Kegagalan yang sering terjadi dalam Marketing Communication - klopidea Kegagalan yang sering terjadi dalam Marketing Communication - klopidea

Kegagalan yang sering terjadi dalam Marketing Communication

September 17, 2015 Fahri ubay

Kegagalan yang sering terjadi dalam Marketing Communication

      Komunikasi merupakan salah satu kunci utama dalam dunia marketing. Segala macam produk maupun jasa dapat diterima pasar apabila kita menginformasikannya dengan komunikasi yang baik dan menarik. Inilah yang membuat komunikasi pemasaran sangat dibutuhkan untuk menarik perhatian konsumen, meningkatkan minat dan meyakinkan konsumen agar segera mengambil keputusan dan mencari informasi lebih lanjut tentang produk serta jasa yang Anda tawarkan.

Namun sayangnya tidak semua pelaku periklanan dapat mengkomunikasikan produk mereka dengan baik dan efektif. Kalaupun cukup menarik, tapi apakah efektif pesan sebenarnya dapat dipahami untuk diputuskan memilih? Hal ini yang membuat Ad campaign belum maksimal sehingga masih banyak yang mengalami kegagalan dalam memasarkan produk atau jasanya.

Berikut ini 8 kegagalan dalam komunikasi pemasaran yang sering dilakukan :

1. Gagal mengenai sasaran (Positioning failure)

Kita harus mengenali betul kondisi pasar (competitor, persaingan, konsumen),
Kegagalan yang paling sering dialami yaitu produk atau jasa yang ditawarkan kurang mengenai target pasar. Sehingga bisa dipastikan bahwa penawaran yang disampaikan belum berhasil menarik perhatian dan minat konsumen. Karena pada dasarnya produk atau jasa yang ditawarkan tidak selalu dibutuhkan pada saat itu oleh konsumen tersebut.

Untuk itu sebelum mengkomunikasikan ke pasaran, usahakan untuk melakukan riset pasar untuk mengetahui apa saja kebutuhan konsumen dan melibatkan para ahli untuk mendapatkan posisi pasar yang benar-benar tepat serta memenuhi pola kebutuhan pasar yang sedang berjalan.

2. Hanya mengejar peningkatan penjualan

Selama peluncuran produk, kita hanya memikirkan pada usaha peningkatan penjualan atau sales promotion. Sementara dalam hal membangun atau menciptakan image, kita kurang jeli dalam mengenali karakter konsumen, dan mempertahankan eksistensi karakter produk yang telah dikenali konsumen. Dalam melakukan positioning produk, kita harus memahami insight (wawasan) target konsumen terhadap  produk.

Brand image yang tidak dipertahankan pencitraannya akan tenggelam dalam benak konsumen dan terlupakan karena bombardir iklan merek lain yang bertubi-tubi, juga bisa terjadi karena kesalahan konsep komunikasi iklan kita sendiri yang tidak memperhitungkan positioning dari brand image.

3. Kurang meyakinkan target pasar

Sebagian besar konsumen tidak bisa langsung percaya tanpa adanya dukungan pembuktian fakta (verification of facts). Karena itu untuk mendukung komunikasi pemasaran, Anda dapat melampirkan data-data statistik yang dapat memperkuat penawaran Anda. Misalnya saja beberapa data konsumen yang pernah menggunakan produk atau jasa Anda. Lengkapi pula dengan testimoni dari mereka agar konsumen semakin yakin dengan kualitas produk atau jasa yang ditawarkan.

Kegagalan proses penerimaan masarakat harus dibuktikan dengan kecerdasan informasi, tidak hanya berdasarkan fakta cerita orang. Tidak ada data yang jelas baik secara kuantitatif maupun kuantitatif. seluk beluk Industry yang bersangkutan, kondisi Market, Segmentasi dan bahkan Competitor.

Meyakinkan konsumen memerlukan informasi yang realistis serta dukungan pembuktian-pembuktian yang akan membantu mereka memperhitungkan hasil yang mereka inginkan.

4. Tidak memberikan Solusi

Dalam memasarkan produk, kadang kita cenderung lebih fokus untuk menginformasikan jenis pelayanan atau produk apa saja yang ditawarkan dengan menyampaikan kelebihan produk atau jasa yang ditawarkan daripada menginformasikan keuntungan atau benefit yang akan didapat oleh konsumen. Sehingga banyak konsumen yang tidak tertarik dengan penawaran yang disampaikan, sehingga konsumen merasa tidak menemukan sebuah solusi yang mereka butuhkan. Jadi, sebaiknya jangan selalu membanggakan kelebihan tapi belum tentu itu yang dibutuhkan, tapi  jadikan produk sebagai solusi bagi setiap permasalahan konsumen.

5. Materi Komunikasi tidak tepat dan berlebihan

Pesan komunikasi yang tidak tepat dapat meciptakan interpretasi yang salah terhadap apa sebenarnya karakter produk yang sesuai dengan konsumen, kesalahan sering terjadi kepada materi promosi yang tidak membuat konsumen menemukan apa yang mereka inginkan.

Begitu pula komunikasi pemasaran yang berlebihan akan menggeser makna pesan sebenarnya dan menyamarkan inti pesan yang akan dikomunikasikan kepada  para konsumen. Jadi, lebih baik tawarkan produk Anda dengan bahasa yang jelas dan padat. Sehingga konsumen dapat menyerap informasi yang Anda sampaikan.

Kampanye komunikasi pemasaran yang baik adalah strategi yang terintegrasi meliputi materi yang jelas, pelaksanaan yang mudah dan dukungan fungsional yang mengacu pada efisiensi dan fleksibilitas.

6. Tidak menyesuaikan situasi yang sedang berkembang

Kampanye promosi harus berpikir secara sosial dalam masyarakat. Pemasar harus selalu mengetahui situasi dan trend saat ini serta sentimen publik ketika menyusun kosep komunikasi. Banyak dari segolongan orang, terutama penduduk kota, yang sensitif terhadap  pesan atau tanda-tanda sesuatu yang tidak lazim.

Situasi ekonomi dan kondisi pasar secara global akan memberikan tanda-tanda terhadap  moment yang tepat kapan kampanye akan diluncurkan atau menunggu hingga situasinya sesuai. Begitu pula pesan yang dikreasikan harus bisa  menempatkan diri pada posisi pelanggan Anda. Lakukan apa saja untuk membuat hal yang cocok dengan situasi dan mood konsumen pada saat yang tepat.

7.  Etika Persaingan

Kondisi persaingan ketat kini telah mempengaruhi gaya komunikasi dan creative strategy pesan dalam berbagai aktivitas kampanye produk, terutama periklanan.

Kurangnya pemahaman moral mengenai persaingan yang sehat dan kode etik periklanan menyebabkan para praktisi komunikasi pemasaran cenderung mengabaikan aspek ini. Akibatnya banyak materi komunikasi pemasaran yang cenderung merendahkan para pesaingnya di pasar lewat iklan. akibatnya masyarakat yang kritis akan menilai pencitraan yang tidak baik, dan ketika materi merendahkan  pesaing itu berbalik kepada kita sendiri, maka bisa terjadi jatuhnya citra produk yang sedang diperjuangkan.

Penerapan strategi menjatuhkan lawan (strikedown) kadang bisa membuat segmen pencinta produk yang dijatuhkan malah semakin meyakini pilihannya bahwa sesuatu yang hebat itu selalu ada yang berusaha meniru, menjatuhkan atau membonceng ketenarannya.

8.  Tidak didukung dengan Public Relationship.

Kehumasan adalah suatu pengelolaan komunikasi antara suatu organisasi dengan publiknya. Sebagai suatu fungsi manajemen, PR mengevaluai sikap publik, mengidentifikasi kebijakan dan perilaku dari individu atau organisasi dengan kepentingan publiknya, kegiatan kehumasan membutuhkan seorang pembuat gagasan untuk menemukan kesepahaman image produk dan interaksinya terhadap  konsumen.

Namun Ini harus didukung  dengan database relasi yang berhubungan dan berpotensi dengan produk yang akan direkomendasikan dan menjadi hubungan timbal balik yang saling menguntungkan.

Semua upaya pemasaran harus berusaha untuk membangun hubungan dengan pelanggan, tidak terbatas kepada calon pelanggan yang belum menentukan pilihan, tetapi kita menganggap bahwa mereka mempunyai kebutuhan dan image yang sama dengan produk.

9. Dukungan stabilitas distribusi produk dan kualitas pelayanan

Berhati-hatilah dengan “Promotion blast effects” dimana ketika sebuah komunikasi promosi diluncurkan, akan ada reaksi dari konsumen yang bisa saja kebutuhannya (Demand) terhadap produk melebihi  jumlah produksi luas atau keseimbangan distribusi produk di area tertentu, begitu pula Strategi Marketing yang berjalan tidak dilanjutkan seperti program promosi maupun iklan. Ketika itu terjadi, konsumen kehilangan objek pilihannya, kekecewaan dan akan menciptakan keinginan untuk mencari pilihan yang lain (Optional), pelanggan mulai berkurang, dan brand anda dilibas oleh kompetitor yang bersemangat. ini menjadi kerugian pada brand image produk tersebut.

Begitu pula dengan kualitas hasil, sebaiknya tidak mencoba untuk mejadi serba bisa (akhirnya tidak fokus) jika tidak punya Brand Image yang besar,  Konsumen mempercayai produk anda sebagai apa yang mereka ketahui dari apa yang mereka harapkan, sesuai dengan segment yang berbeda-beda. Janganlah berusaha menjadi “Multi Purpose” jika tidak bisa menunjukkan satu saja kekuatan yang dipunya. Begitu pula kekuatan dan kualitas pelayanan harus bisa mengimbangi “kekuatan keinginan” dari masyarakat serta kemungkinan complain yang akan terjadi.

       Banyak cara-cara menciptakan image Brand yang baik dan lebih penting lagi mempertahankan citra produk itu sendiri dimata konsumen yang sudah memilih dan loyal. Dapat disimpulkan bahwa kegagalan dalam mengkomunikasikan produk lebih kepada bagaimana kita mengerti apa yang konsumen inginkan dan berusaha membuatnya bertahan dengan pilihannya dengan upaya Brand Awareness (kesadaran mengingat suatu merek) dan selalu berhubungan (Interactive) lewat berbagai cara dengan konsumen. Selamat berkarya.

jasa design klopidea  Button Pesan design

Baca juga :

Kemampuan Analisa Anda mendukung arah program Promosi lebih Baik

7 Komponen sederhana Branding Strategi yang efektif

Hasil yang Baik dibuat oleh Ahlinya

Strategi Branding untuk membangun Usaha Baru

[button color=”white” size=”normal” alignment=”none” rel=”follow” openin=”samewindow” url=”http://klopidea.com/contact-usif-you-need-help-to-designing-or-branding/”]Presented by : Fahri Ubay, Branding & Communication consultant, Creative Director & founder of klopidea.com[/button]

 

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Fahri ubay

Branding Strategic & Marketing Communication Consultant, Graphic Designer

Leave a Reply