Apa penyebab Sulitnya menjual produk property? - klopidea Apa penyebab Sulitnya menjual produk property? - klopidea

Apa penyebab Sulitnya menjual produk property?

August 26, 2015 Fahri ubay

Apa penyebab Sulitnya menjual produk property?

Ketika menjual produk property, tentunya Anda ingin bisa diminati banyak orang dan terjual dengan cepat dengan harga yang sesuai. Sebelum melakukan penjualan property, pastikan anda memahami hal-hal yang membuat sulit untuk menjual atau sulit mendapatkan pembeli, berikut kesalahan yang sering dilakukan:

1. Harga yang terlalu mahal

Harga sangat menentukan dan menjadi satu faktor penting dalam penjualan. Jika Anda membuka dengan harga yang terlalu tinggi, akan membuat calon pembeli akan berpikir menahan diri dan mempertimbangkan untuk memilih yang lain.

Kadang kita beranggapan bahwa produk kita adalah yang paling berharga, namun nilai itu tidak harus berorientasi kepada harga, tetapi  kualitas produk itu sendiri bisa memberikan nilai lebih kepada daya jual dan nama Anda sebagai penyedia/developer dimata konsumen.

2.  Promosi kurang atau tidak tepat sasaran

Promosi untuk memasarkan properti sangat diperlukan, meski tidak selalu berpengaruh terhadap daya beli konsumen, tetapi secara pasti memberikan awareness (kesadaran) yang baik disamping kompetitor sehingga konsumen selalu menjatuhkan ingatannya pada produk anda.

Kenapa harus melakukan penyebaran flyer produk Ruko seharga 1 milyar lebih ke Terminal, Area parkir umum atau perumahan kelas menengah ke bawah yang belum tentu sebagai peminat Ruko dan dianggap belum tentu punya uang sebanyak 1 milyar?”

Pemilihan target yang tepat harus dilakukan agar lebih efektif menyentuh kepada siapa konsumen yang berpotensi membeli produk anda. ada pemilihan kategori yang sesuai dari range harga, area target, golongan sosial, investasi, dan lain-lain.

3. Waktu yang tidak tepat

Memang tidak ada musim khusus untuk menjual atau membeli property. Namun, ada waktu waktu terbaik dimana konsumen mencari produk ini. Kondisi keuangan pada masa yang tidak sulit, kebutuhan terhadap produk lain, biaya-biaya pendidikan atau kondisi issue perekonomian dan politik bisa mempengaruhi keinginan konsumen untuk membeli. Saat-saat seperti ini perlu diperhitungkan untuk melancarkan serangan promosi secara gencar.

Rencanakan Promosi khusus, pameran atau acara penjualan pada saat ketika saat suku bunga sedang rendah, saat ini tren membeli sedang naik, saat musim panas atau setelah liburan sekolah, kadang  juga pada bulan-bulan di akhir tahun, ketika perhitungan masyarakat untuk memesan, sehingga memulai KPRnya di awal tahun.

Secara umum adalah saat bulan-bulan di awal tahun, waktu setelah lewat pertengahan tahun dan mendekati musim hujan biasanya waktu yang diprediksi sebagai pergerakan konsumen mencari produk property terutama perumahan atau tempat tinggal.

Para Investor biasanya akan memilih pada saat Ekonomi Yang Stabil, namun  kadang mereka bergerak ketika tren membeli sedang turun sehingga harga property menjadi murah. Pertimbangan lokasi yang stabil pula seperti  tidak ada fluktuasi demografis atau track record variasi penduduk yang tidak teratur.

5. Tidak punya waktu dan tidak kooperatif untuk melayani calon pembeli

Beragam konsumen dengan aktifitas yang berbeda pula menuntut kita menyediakan waktu untuk melayani calon pembeli. mereka tidak ingin kepentingan utama mereka terganggu dengan kebutuhan “Berat” yang memerlukan waktu dan pertimbangan yang matang, mereka akan mencari waktu yang cukup dan lebih “tenang“.

Properti adalah produk dengan nilai yang besar. Untuk mengambil keputusan, calon pembeli umumnya butuh informasi yang sangat rinci juga waktu untuk menimbang. Sudah menjadi keharusan Anda mengatur waktu anda untuk konsumen, menyediakan atau mencari tempat bertemu dan menemani mereka melihat lokasi dan menjelaskan dengan lengkap.

3. Lokasi yang sulit ditemukan

Saat ini lebih banyak orang mencari rumah melalui media online. penjelasan lokasi yang kurang akurat dan sulit dilacak akan membuat konsumen malas untuk membayangkan lokasi itu apalagi datang untuk berkunjung.

Berikan gambaran lokasi dengan peta, titik-titik tertentu yang familiar “Samping Alfamart, Depan Sekolah Dasar atau 50m dari Gerbang..” akan memudahkan pencarian, penjelasan akses yang mudah memberikan gambaran kedepan yang baik dan menarik bagi konsumen untuk memutuskan.

 4. Gambar yang tidak menarik

Pemasangan gambar yang kurang baik membuat konsumen sulit memperhatikan detail bangunan, design dan peruntukan untuk kebutuhan mereka sendiri.

Bagaimana sih model jendelanya? bagaimana cara menambahkan Canopy di depannya? Bisa parkir berapa mobil ya?dan lain-lain, begitu kira-kira pertanyaan seputar bayangan konsumen terhadap bentuk bangunan. Begitu pula bentuk-bentuk graphis, cetakan promosi dan Logo produk ikut mempengaruhi penilaian konsumen terhadap sebuah produk.

Gambar yang baik dan jelas pada media cetak atau online memberikan kemudahan konsumen membayangkan realisasi kedepan dan menikmati menciptakan rencana-rencana mereka.

Kekuatan sebuah gambar memberikan kesan yang bagus terhadap bentuk aslinya sebelum mereka memutuskan untuk melihat langsung ke lokasi.

5. Skema pembayaran yang sulit

Cara pembayaran yang kaku bisa membuat ‘beban’ bagi pembeli untuk melaksanakannya karena ini bukan nilai pembelian yang kecil. Banyak pilihan skema pembayaran dalam transaksi properti. Skema transaksi perlu mengakomodasi keinginan penjual maupun pembeli. Fleksibilitas sistim pembayaran akan mempermudah memperhitungkan dan menentukan putusan dari pembeli.

6. Bahasa Promosi yang sulit dipahami

Berhati-hatilah dengan bahasa promosi yang tidak menggambarkan sesuatu yang akurat. Agen real estate kadang  membuat iklan properti  yang  terdengar menggoda.

Penggunakan istilah-istilah ‘tidak nyata’ yang malah sering menyembunyikan arti sebenarnya, atau membuat calon pembeli sulit membayangkan bentuk  nyata , atau malah salah persepsi  dan membayangkan hal  yang berbeda dari produk dengan sebenarnya seperti : “Unik ” (berarti aneh, tidak biasa), ” tepi jalan”  (artinya berisik, berdebu dsb), “Jangan dilewatkan ” (penjual sedang terburu-buru karena hal-hal tertentu) atau “Harga segera naik!” (tidak ada kesempatan bagi orang  yang sibuk dan berkantong tipis) dan lain-lain.

7. Fitur bangunan yang tidak familiar (Terlalu khusus).

Anda harus beranggapan bahwa Anda sendiri menjadi orang lain sebagai pembeli, Dalam design Artist Impression atau layout bangunan dengan terlalu banyak fitur-fitur khusus yang dikonsepkan secara berat, akan membuat pembeli sulit membayangkan improvisasi mereka sendiri terhadap bangunan itu, atau malah menjauhkan diri dari selera konsumen terhadap design yang dibuat.

Gunakan bentuk-bentuk yang sederhana namun berkarakter dengan warna-warna standar. jika terlanjur sudah dibuat perencanaan atau bangunannya, jangan ditonjolkan bentuk-bentuk yang berat dan membuat konsumen merasa jauh dari apa yang diinginkannya.

8. Lingkungan sekitar yang kurang mendukung

Lingkungan sekitar adalah jalan masuk bagi keberhasilan dan kenyamanan pembeli setelah mereka memiliki produk anda. Kondisi lingkungan yang kurang mendukung menghambat proses pengenalan dan rencan-rencana konsumen terhadap produknya.

Apabila hal ini tak bisa dihindari, berikan penjelasan dan gambaran yang mencerahkan dimasa depan, seperti pengembangan struktur jalan, future development, kekuatan sistim keamanan,  kemudahan mobilisasi dan lain-lain.

9. Terlalu banyak informasi yang tidak penting.

Pembeli mempunyai kebutuhan yang semuanya tidak sama. Setelah dijelaskan gambaran yang umum, Mereka akan bertanya hal-hal detail tanpa harus dijelaskan dari awal secara panjang lebar sehingga memberikan kesan berlebihan.

Berikan informasi umum yang biasa diperlukan konsumen, serta poin-poin tambahan kelebihan yang ada pada produk anda. Biarkan mereka menyaksikan sendiri hal-hal khusus yang hanya mereka yang tahu, dan akan menjadi pertanyaan-pertanyaan khusus dan detail dari mereka yang harus dijelaskan.

10. Menjual bukan dilakukan oleh orang yang ahli.

Kalau anda merasa tidak pintar dalam berkomunikasi Jual-beli atau tidak punya waktu dengan calon pembeli, ada baiknya menggunakan jasa Agen Property.

Peran agen properti sangat bagus dalam memberikan servis kepada calon pembeli Anda. Menjual sendiri memberikan Anda keuntungan tidak perlu membayar fee agen, namun diperlukan keahlian berkomunikasi yang baik dan waktu untuk melayani pembeli yang cukup, jangan sampai terjadi kegagalan transaksi dan pembeli berlalu hanya karena perbincangan yang kurang representatif atau tidak ada waktu Anda untuk berdiskusi dan menemani berkunjung ke lokasi. Selamat berkarya,

jasa design klopidea  Button Pesan design

Baca juga :

Kiat jitu memanfaatkan kehebatan digital marketing

Design Flyer/Brosur Perumahan yang cantik dan berdaya tarik kuat

Logo-Logo Perumahan yang menarik dan menjanjikan.

Kegagalan yang sering terjadi dalam Marketing Communication

[button color=”white” size=”normal” alignment=”none” rel=”follow” openin=”samewindow” url=”http://klopidea.com/contact-usif-you-need-help-to-designing-or-branding/”]Presented by : Fahri Ubay, Branding & Communication consultant, Creative Director & founder of klopidea.com[/button]

 

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Fahri ubay

Branding Strategic & Marketing Communication Consultant, Graphic Designer

Leave a Reply