Kesalahan umum saat beriklan lewat Sosial Media

October 15, 2015 Fahri ubay

Kesalahan umum saat beriklan lewat Sosial Media

      Dunia marketing digital telah mencapai tahap di mana mengintegrasi jejaring sosial media ke dalam bisnis bukan lagi sebuah pilihan, namun keharusan. Ahli marketers menyadari dampak global dari sosial media dan kekuatannya untuk kehadiran online brand, menggaet calon konsumen potensial, dan membangun pengaruh bagi publik.

Meskipun sosial media menjadi tools yang sangat powerful untuk menjembatani antara brand dengan calon konsumen, sosial media juga bisa berlaku kebalikannya yang justru menjauhkanmu dari mereka. Jauhi beberapa kesalahan sosial media di bawah ini demi menjaga reputasi bisnis dan peluang sukses:

1. Terlalu Banyak Bicara Tentang Brand

Melakukan promo di media sosial jauh lebih efektif dari pada beriklan karena dalam media sosial banyak terjadi komunikasi dan interaksi. Tapi sosial media bukanlah tempat untuk berbicara sendiri. Di tempat ini kita diminta untuk terus berkomunikasi dengan para pengunjung. Aktiflah dan ikutlah berkomunikasi dengan para followers anda baik melalui komentar ataupun pesan pribadi.

Boleh – boleh saja berbicara tentang brand di media sosial, atau Anda ingin show off tentang produk Anda juga sangat bagus. Namun Anda juga harus memahami seberapa porsi yang sebaiknya Anda lakukan. Jangan setiap waktu Anda hanya membicarakan brand Anda terus – menerus. Konsumen akan merasa muak dan terasa membosankan jika Anda selalu melakukan hal itu.

Perlu diketahui bahwa media sosial tidak sama dengan televisi. Jadi branding di media sosial juga harus mempunyai metode yang spesifik dan friendly. Jadi yang paling baik adalah dengan membuat konten yang bagus dan berkualitas yang bisa memancing audience untuk berinteraksi dan berkomunikasi tentang produk yang diperkenalkan.

2. Branding berdasarkan harga

Sebaiknya hindari melakukan hal ini, kecuali Anda seorang pedagang grosiran atau penyalur barang-barang yang sangat umum.

Menempatkan brand Anda pada harga yang rendah adalah perlombaan menuju kehancuran – dan pada saatnya seseorang akan mengalahkan Anda.

Meskipun harga Anda sama dengan pesaing, Anda harus memberikan alasan yang bagus kepada klien, yaitu nilai lebih yang mereka akan dapatkan dari Anda. Bangun kepercayaan dengan pelanggan, dan produk Anda tidak akan dipengaruhi saat kompetitor berusaha menempatkan harganya dibawah Anda.

3. Mentargetkan posting yang terlalu banyak agar dinilai selalu exist

Jika setiap hari bahkan setiap jam Anda memposting iklan dengan tujuan agar mereka mengingat produk Anda, Hey, ini bukan iklan koran atau TV, pengunjung butuh suasana berbicara, bukan dijejal dengan iklan anda setiap saat.

Nomor satukan kualitas pembicaraan dibanding kuantitas. Buatlah materi iklan yang berbicara face to face dan tidak monoton agar tidak terlihat pengulangan kata-kata seolah anda tidak peduli apakah pembicaraan iklan anda sudah membosankan.

Menerima ratusan pesan online setiap hari sudah membuat pembacamu ‘letih‘, pastikan Anda menciptakan konten yang fresh, relevan, dan berorientasi pada konsumen. Sosial media tidak harus selalu tentang bisnis. Jika kamu bisa membuat audiensmu nyaman maka mereka juga akan nyaman dengan produk/jasamu.

4. Pembicaraan yang berat dan tidak tidak ‘socialited’

Salh satu yang sering sekali dilakukan dalam melakukan branding di media sosial adalah kita sering lupa bahwa kita langsung berhadapan dengan “isi hati” manusia. Sebagai sikap alami manusia selalu ingin mendapatkan kenyamanan dalam segala hal, maka diperlukan pembicaraan yang ‘dekat’ (close conversation) untuk lebih membuat hubungan antara Anda dan audience lebih hangat.

Lakukan postingan atau pembicaraan dengan hati seolah anda sedang berbicara dengan teman-teman anda dan menjaga perasaan mereka dari hal-hal yang mengganggu dalam pertemanan. Sekedar membicarakan trending topik atau membuat lelucon atau joke juga bisa menyegarkan hubungan Anda dengan audience.

5. Tidak Konsisten

Dalam sosial media, Sebuah brand adalah kumpulan pengalaman dari pelanggan (testimoni) dan pembicaraan kebutuhan calon pelanggan terhadap produk anda.

Brand anda adalah cerita anda yang disosialisasikan dari interaksi  yang setiap hari anda lakukan dengan pelanggan dan calon pelanggan anda, gambar-gambar yang anda bagikan, pesan-pesan yang dikirim melalui website anda, video-video dan konten-konten dari materi promosi anda, dan postingan di dalam blog anda. Untuk itu bentuk-bentuk yang sudah berjalan agar dijaga supaya tidak berubah atau bergeser sehingga membingungkan audience ; karakter apa sebenarnya yang saat ini mereka sukai.

konsistensi sebuah brand membawa anda kepada keakraban/kebiasaan, dan akan membawa anda kepada kepercayaan. Para pelanggan membeli produk yang mereka percayai.

6. Menjadikan sosial media hanya sebagai sarana iklan

Dalam sosial media anda mencari teman yang akan dijadikan pelanggan dan tidak mungkin anda mentargetkan seluruh teman anda, karena ada beberapa individu yang memang hanya menjadi teman biasa diluar unsur bisnis. ciptakan kondisi ini sebaik mungkin agar anda tidak dinilai sebagai “pedagang door to door”  yang masuk di dalam lingkungan pertemanan.

Jadilah profesional yang fleksibel dengan posting konten yang relevan namun tetap bertindak sebagai anggota masarakat biasa.

7. Bahasa yang tidak benar-benar pas

Sosial media itu berisi semua teman-teman dan link anda yang mungkin memiliki orientasi berpikir dan cita rasa yang sama, tapi belum tentu mempunyai gaya bahasa yang sama, mereka berada di lingkungan yang berbeda serta golongan/kelompok yang berbeda, berhati-hatilah ketika menciptakan ‘ajakan/penawaran’ dengan gaya bahasa yang terlalu mengarah kepada kelompok teman-teman dekat Anda. Jadi berbahasalah dengan gaya bahasa promosi yang ringan namun tetap dalam gaya bicara lingkungan pertemanan yang familiar.

Topik-topik yang sebaiknya dihindari:

  • Politik
  • Agama
  • Adult content

8.  Mengabaikan komentar negative atau tidak cepat tanggap
Jangan pernah mengabaikan atau menghapus komentar negative yang ada dalam komentar media sosial. Justru tanggapi dengan respon yang positif.  Dengan mengabaikan atau menghapusnya menandakan ketidak profesionalan Anda ketika menghadapi sesuatu hal.

Apapun komentarnya entah itu positif ataupun negative anda harus dengan bijak membalas setiap postingannya. Lakukan ini dengan cepat karena ini akan mencerminkan kualitas dari pelayanan anda.

9. Tidak Punya Visi

Bagaimana anda menginginkan seorang pelanggan mengingat bisnis anda? Visi dalam bisnis anda harus mempunyai image yang menggambarkan seberapa pentingnya produk anda dan bagaimana kebutuhan konsumen dapat terakomodasi. itu visi yang perlu dikomunikasikan dalam konten-konten yang berbicara secara konsisten maupun gambar-gambar yang selalu relevan.

Bayangkan sebuah brand yang anda ingat dan sukai. Brand tersebut umumnya diciptakan dengan tujuan tertentu dan mereka berhubungan dengan pelanggan mereka secara emosional. Ada nilai yang terkandung di dalam komunikasi tersebut. Bisa nilai kekeluargaan, nilai pertemanan, dan lain sebagainya.

10. Skedul posting  yang kurang tepat atau berubah-ubah

Ketahuilah kapan waktu yang tepat untuk update sosial media-mu. Apakah kebanyakan konsumenmu tinggal di wilayah waktu yang sama dengan tempat Anda? Atau justru konsumenmu banyak yang dari luar negeri?

perhatikan latar belakang visitor dan konsumenmu agar dapat melakukan scheduling posting sosial media dengan tepat. Gunakan tools yang bisa merekomendasikan waktu terbaik untuk mempublish konten.

Jika kebanyakan konsumen berada di wilayah yang sama, lakukan postingan pada saat mereka biasa membuka sosial media, jika saat office hour, apakah itu pada jam mulai kerja saat mereka mulai membuka email atau News, pada jam istirahat atau menjelang waktu pulang. begitu pula pada hari-hari libur.

Saat terbaik adalah saat dimana anda mengetahui kapan konsumen sedang meluangkan waktu untuk mencari tahu apa yang mereka butuhkan yang berhubungan dengan produk anda.

Jika kamu memposting di waktu yang tepat maka kamu akan dapat memaksimalkan “reach and found” kepada audiens.

11. Spamming

Ini adalah kesalahan “terberat” yg sering tidak disadari oleh admin sosial media Page. Dengan tujuan ingin menjaga agar audience selalu ter-update dengan info terkini, tidak jarang para admin mengirim banyak sekali informasi via message blast ke audience.

Berjejalnya informasi dalam inbox adalah hal yang sangat annoying, mengapa? Karena inbox adalah area privacy bagi users, sama halnya dengan wall. Kita hendaknya memahami ini dan tidak sembarangan “menjajah” area pribadi mereka guna mencapai tujuan yang kita inginkan.

Ada etika dan pendekatan tersendiri yang harus kita jaga. Semua orang punya power didalam account mereka masing-masing, dan itu harus kita hargai.

Jika anda lakukan kesalahan ini, itu berarti anda telah melakukan spamming ke audience anda, dan tentu saja hal ini tidak baik bagi strategi pemasaran anda kedepan. everybody hates spam, dan ingat, dalam waktu singkat anda dapat di-remove membership sebagai fan dari page anda jika mereka merasa terganggu. Jika hal itu terjadi, anda akan kehiulangan potensial audiences yang seharusnya dapat anda edukasi untuk dijadikan sebagai loyal customer anda nantinya.

12. Lupa pada proses pemasaran yang seharusnya

Jika tujuan utama anda menggunakan media sosial adalah bisnis, maka lakukanlah dengan managemen bisnis. Catat semua pergerakan mulai dari followers hingga konten yang banyak disukai. Jangan lupa melakukan evaluasi agar promosi anda di media sosial juga semakin terarah. semua fitur yang ada pada sosial media dapat dimanfaatkan untuk me-manage konten-konten, mencatat respon yang positif, menseleksi komentar dari konsumen maupun memeriksa perjalanan perkembangan promosi dan impact produk anda dari awal posting.

Selalu ingat fungsi sosial media, yaitu untuk memanusiakan sebuah brand. Buat kepribadian unik yang memungkinkan individual berkomunikasi secara terbuka dengan brand Anda. Dengan begitu kamu akan tetap terhubung dan memiliki hubungan yang tak berjarak dengan konsumen dan tetap dicintai sebagai sebuah “anggota keluarga” yang selalu dibutuhkan.

Selamat berkarya.

Baca juga :

Kiat Jitu manfaatkan kehebatan Digital Marketing

Strategi berbeda untuk berkompetisi dengan Brand yang sudah Mendominasi

Pentingnya bahasa promosi yang ‘Kena’ dalam Iklan

Daya Tarik Humor dalam sebuah Iklan

[button color=”white” size=”normal” alignment=”none” rel=”follow” openin=”samewindow” url=”http://klopidea.com/contact-usif-you-need-help-to-designing-or-branding/”]Presented by : Fahri Ubay, Branding & Communication consultant, Creative Director & founder of klopidea.com[/button]

 

 

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Fahri ubay

Branding Strategic & Marketing Communication Consultant, Graphic Designer

Leave a Reply